Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan

Japanese Music Therapy

Rika Ikuno from JMTA explained about Japanese Music Therapy, that the Rapid Development is being occurred, it can be seen from the four trends that prospective: Japanese culture, Japanese clinical perspective, the academic community and professional societies. However, In modern Japan, professional and academic community have to fight in a position of social, political authority and using historical role to make emotional / collusive connections about Japanese music therapy.

Soft Power Korea vs Japan

essay on Theory in Asian about Soft Power Baylis and Smith (2001) refers to globalization as simply a process of increasing interconnectedness between societies where it is in the rest of the world increasingly have an effect on human society although it apart. This globalization helped open many loopholes for countries to carry out diplomacy. In a globalized world that is driven by technology, countries inevitably compelled to increase non-traditional forms of diplomacy them to improve their international status. This is especially apparent in developing countries to compete globally, to highlight the appeal and appearance (Seri Afenita Pinem, 2016). Diplomacy using Pop culture or popular culture in Japan and South Korea (later, only Korea) is an example of foreign policy approach that is common in Asian International relations, Cool Japan and the Korean Wave is a term similar to the activities undertaken between both countries.

Yan Xuetong

In analytical work, the author will analyze a work of Yan Xuetong (YXT) in Theory Talk # 51: Yan Xuetong. In an essay entitled "Yan Xuetong on Chinese Realism, the Tsinghua School of International Relations, and the Impossibility of Harmony" authors can see more whole position YXT, before this, the author had read the book "Analysis of China's National Interests", book written by YXT in 1998 has become a reference for students of international relations in Indonesia. Now, with this paper, the most interesting is when YXT explained about the Chinese Modern Power with what YXT call the humane authority.

In analytical work, the author will do a stage in four parts as follows, first, what the author know in Theory Talk # 51: Yan Xuetong, secondly, what authors do not know in Theory Talk # 51: Yan Xuetong, a third, fresh idea from Theory Talk # 51: Yan Xuetong, and the last, fourth, unclear what the author fell in Theory Talk # 51: Yan Xuetong



CHINA'S NEW POLICIES IN XINJIANG: OBJECTIVES, RESULTS, CHALLENGES

This essay examines the People's Republic of China (PRC) new policies in Xinjiang: objectives, results, challenges. This essay will start from the facts of unrest involving ethnic Uighur / Uyghur, Uyghur position between Xinjiang Uyghur Autonomous Region (XUAR) or East Turkestan, China's Minority and Religious Affairs Policy and ends on China's new policies in Xinjiang with Xinjiang Work Forum (Xinjiang Gongzuo Zuotanhui).


Idul Adha/ Kurban Bayram 1437 H di Kota Moscow


valery Sharifullin, TASS, https://cdnimg.rg.ru/i/gallery/43b5c722/1_e0e30f6c.jpg


Takbirmu dan Takbirku
Di Malam Hari 11 September 2016, umat Islam di seluruh dunia mengumandangkan Takbir Idul Adha. Berikut ini pengalaman saya mengikuti malam takbiran di Kota Moskow.
Di kota ini, malam takbiran hanya dilaksanakan di Masjid-Masiid dan beberapa taman. Di Masjid prospek Mira sebagai pusat kegiatan Idul Adha, saya berkesempatan mengikuti malam takbiran, ada sedikit suasana berbeda dalam malam takbiran idul fitri dan idul adha.
Hal yang sama adalah selepas sholat isya jamaah harus meninggalkan Masjid. Setelah itu diluar masjid, jamaah sholat memulai malam takbiran dan bias kembali memasuki masjid sekitar Fajar.
Hal yang berbeda misalnya, pada malam takbiran idul fitri dihadiri 2000an jiwa. Muslim Moskow melakukan takbiran idul fitri di dalam tenda khusus yang didirikan di parkir Stadion Olimpik, 100 m dari masjid.
Takbiran yang dilakukan sedikit berbeda dengan budaya Indonesia. Mereka melakukan takbir tanpa tetabuhan dan tanpa komando. Alhasil suara takbiran dari ribuan suara itu terdengar seperti suara lebah yang syahdu.
Malam tadi, Takbiran idul adha hanya dihadiri 500an jiwa. Berbeda dari malam takbiran idul fitri, tidak ada tenda khusus yang didirikan. Alhasil, Muslim Moskow melakukan takbiran di depan masjid, lagi-lagi secara perorangan, takbirmu dan tarkbirku namun kini terdengar menyatu seperti alunan lagu.
Sumber : pribadi

Cara berkurban di Kota Moskow
12 September 2016, umat Islam di seluruh dunia merayakan salah satu perayaan utama - Idul Adha. Di Kota Moskow, Rusia, ratusan ribu jiwa merayakan hal yang sama di  salah satu masjid terbesar di eropa, Masjid Prospek Mira.
Dalam khutbahnya, seorang dewan mufti Rusia menjelaskan bahwa, “Dengan melakukan kurban bayram (idul adha), kita membuktikan ketaatan kita dan sekali lagi mengingatkan dunia bahwa Yang Mahakuasa telah melarang untuk menumpahkan darah manusia.”
Dewan Mufti juga menjelaskan bahwa, dalam masyarakat Rusia, sudah umum bahwa sebuah apartemen komunal merupakan tempat hidup bersama bagi orang Rusia, Muslim dan Yahudi, mereka bersama merayakan hari libur nasional dan keagamaan.
Dewan mufti menambahkan bahwa umat muslim rusia kini hidup dalam masyarakat yang beradab, masyarakat kota, sehingga kita perlu melakukan ritual dengan taat pada petunjuk ketat yang tersedia.
Di Moskow, tidak ada lagi komunitas muslim yang melakukan penjualan dan penyembelihan kurban di tempat umum. Terdapat 14 tempat penyembelihan kurban di Kota Moskow. Muslim Moskow tidak perlu secara pribadi mengambil bagian dalam ritual penyembelihan, mereka dapat memesan dan mengambil hewan kurban dengan menelepon rumah pemotongan hewan kurban.
Sumber : Pribadi dan https://rg.ru/2016/09/11/musulmane-otprazdnuiut-kurban-bajram-12-sentiabria.html 

Grigory Sisoev, RIA Novosti, https://cdnimg.rg.ru/i/gallery/43b5c722/1_a04e1600.jpg



Kota Moskow menyambut idul Adha

Pukul 07.00 waktu Moskow, cuaca berawan dengan suhu sekitar 13C. Saya berjalan menuju masjid untuk Idul Adha, karena jarak asrama mahasiswa HSE Moskow dengan Masjid Prospek Mira ini hanya 2km.

Dari arah statiun metro (kereta bawah tanah) prospek mira sudah berjaga ribuan polisi dengan bersiaga disetiap meternya. Mereka mengarahkan Jamaah Sholat Idul Adha kearah utara untuk memasuki pintu gerbang utama di Jalan Schepkina. Dari gerbang utama ini kemudian jamaah akan memenuhi Jalan Schepkina dan Jalan Durova yang membentuk huruf L, di Jalan Durova inilah terletak Masjid Prospek Mira.

Dalam jadwal, kegiatan Idul Adha akan dilaksanakan pukul 08.00, namun saya hanya bisa menggelar sajadah sejauh 700-800m jauhnya dari Masjid dikarenakan banyaknya jamaah.  

Untuk mendukung keamanan dan kenyamanan kegitan Idul Adha, berdasarkan “Interfax”, lebih dari empat ribu polisi bersiaga memberikan rasa aman selama perayaan Idul Adha, sebagian dari mereka menggunakan Kuda.  
Pada hari ini, pemerintah kota Moskow juga menutup 12 jalan ibu kota sejak pukul 04.00 hingga pukul 11.00. Sholat idul Adha dilaksanakan, di Masjid-masjid kota Moskow serta beberapa Taman seperti Taman Sokolniki dan taman Rechnoi Vokzal.
Sehari sebelumnya, Para Polisi telah berjaga di sekitar Masjid Propek Mira. Terlihat pula para pekerja yang sedang mendirikan pembatas jalan, membersihkan jalan raya, membangun tenda jual-beli serta ruang toilet dan air bersih gratis.
Sumber: Pribadi dan http://www.interfax.ru/Moskow/527700

Pidato Pak Presiden Putin dan Dewan Mufti
Ini tambahan dari Pidato Pak Presiden Putin dan dewan Mufti http://www.interfax-religion.com/?act=dujour&div=227


Pasar Izmailovo Moscow


Pasar Izmailovo (baca:izmailova) adalah pasar seni di Kota Moscow yang telah dibangun sejak abad XVII
Sekarang Pasar Izmailovo terletak dalam Kremlin Izmolovo yang telah dibangun sejak tahun 1998

Disinilah kita menemukan souvenir yang berasal dari Rusia, Uni Soviet bahkan Kekaisaran Rusia


Berbagai model boneka matryoshka, dari gadis berpakaian tradisional, karakter dongeng, pemimpin Soviet dan tokoh dunia lainnya dapat kita temukan
Berbicaralah dengan penjual Toko yang berasal dari berbagai daerah Rusia, mereka memiliki info sejarah yang menarik
Jika kita mencari kenangan masa Uni Soviet, ada banyak bendera, emblem, simbolik, peralatan makan, buku, topi, dasi dan banyak benda lainnya
Jangan ragu untuk menawar harga, kita bisa mendapat harga sedikit lebih murah
Hari Rabu dan Sabtu adalah pilihan yang tepat untuk mendapatkan barang dan diskon yang menarik

Stasiun Metro Bawah Tanah terdekat ialah Metro Partizanskaya. Terdapat pula Museum, Restoran, café, hotel dan Hostel di sekitar Pasar Izmailovo.

Moscow Light Museum

Moscow Light Museum, membahas berbagai pencahayaan kota Moscow sejak abad 18. Kremlin telah membangun lampu jalan sejak 1730, Setiap 21 meter Polisi kota Moscow akan menjaga api menyala.





Moscow telah diterangi berbagai alat pencahayaan. The Russian Light semakin tertata diawal abad ke 20. Kini lampu dijaga oleh dinas Tenaga Listrik Kota Moscow. Tidak hanya penerang jalan, Jalan utama juga dilengkapi dengan Jam.




Lampu yang menemani kemenangan perang dunia kedua hingga Olimpiade Moscow. Berkat lampu penerangan ini Kota Moscow di malam hari begitu dramatis
Informasi dibuat pada Juli 2016 dari http://ognimos.ru/

Festival Intermuseum 2016: Museum Naik Kelas

Dalam satu hari, di tempat ini sudah tertata wajah Rusia dari 300 museum yang ada. Rusia adalah R U S I A. terlalu panjang untuk menjelaskan negara yang hamparan alam, sejarah, rakyat dan budayanya masih misterius hingga detik ini. 



Dari gerbang pintu masuk dapat dibaca, “Museum Without Borders. The social mission of museums in the area of intercultural dialogue” di bahasa Indonesia juga asik -Museum tanpa batas. Museum dalam misi sosial dialog antarbudaya-

Ini cerita kami di festival internasional INTERMUSEUM. Bila update di social media, lokasi yang tercatat adalah “Manezh Central Exhibition Hall”. Ya, sejak 13-16 Mei 2016, tempat pameran ini dimodif menjadi museum. Disini kita diajak berkenalan melalui beragam pameran dari ratusan museum berbagai kota, bahkan dari negara lain seperti Iran, Tiongkok, Jerman, Belarusia, Azerbaijan dan Tajikistan.


Pede Bertanya Selamat Di Jalan

Di festival ini dengan percaya diri kami menemukan para guide museum yang sangat antusias mengenalkan museum di Booth musiumnya. Sebagian dari mereka bersusah payah menggunakan bahasa inggris dan menulis di kertas catatan mereka. Begitu informatif, sangat rugi kalau tidak bertanya pada mereka. dari para guide museum ini menggali informasi, mengamati koleksi dan bertanya tentang serba-serbi museum yang ada. 



Ardiyanti Sita dengan senyum bahagia mendapatkan bingkisan beruntun dari aktifitasnya ini.

Pertama, Permen, brosur, kartu pos dan buku, haha ini sudah biasa yaa,,
Kedua, mendapatkan tiket festival film soviet 1919-1991 untuk dua orang pengunjung. Asik nonton bareng Artis-artis Rusia !!
Ketiga, mendapatkan bingkisan kerajinan lukisan bunga khas Rusia.


Dua minggu ini update Instagramnya mayoritas bunga dan bunga, ketika seniman melukis bunga di meja pameran, dia tak lepas memfoto dan membuat video.
Rampung bunga Merah cantik ini, sang seniman berkata “Its For You”, tak langsung percaya Sita bertanya “Seriosna??” dari samping kanan saya menimpali “rejeki anak sholeh!!”

Indonesia harus punya.

Kami sangat berharap di Indonesia ada pameran serupa. Di rusia, pemerintah menyiapkan dan memberi kesempatan kepada warga untuk menyaksikan festival ini dengan gratis.

Kita bisa melihat koleksi museum secara nyata dan virtual disini. Dari Vladivostok, Teheran, Moscow dan Berlin kita bisa melihat kepingan puzzle wajah Rusia. Sungguh bahagia rasanya kalau di JCC Jakarta misalnya, dapat mengadakan acara serupa dengan meminjam beragam koleksi tentang Indonesia yang berada di Irian Jaya, Manila, Jakarta dan Leiden sana.

Beberapa hal yang unik dan membuat asik di pameran museum ini adalah penggunaan teknologi terkini.

1.     Kalau biasanya kita hanya menempelkan wajah di patung dengan kostum lucu. Di museum ini kita tinggal berdiri di di spot tertentu, perangkat XBOX akan loading dan memunculkan bayangan kita memakai kostum yang tersedia. Lakukan gerakan dengan kreatif dan jadilah pusat perhatian.

2.     Kalau biasanya kita harus membaca informasi yang tidak pendek. Di beberapa museum sudah tersedia pensil serta headset yang dapat membaca info koleksi yang ada. Sedikit seperti membaca quran dengan pensil elektronik sih.

3.     Sudah pernah coba Youtube 360. Di pameran ini tersedia juga layanan yang mendukung penggunaan Samsung Gear Virtual Reality, ihh asik !!    

4.     Ada kebanggan bagi Museum ketika mengenalkan dirinya sebagai museum terpilih dari Kementerian Kebudayaan Rusia. Di festival ini pemerintah mengadakan beberapa kompetisi tahunan sebagai “The best project of the presentation and interpretation”, “The best project in the field of museum education”, “The Best project to work with people with disabilities and special needs” dan  “The best project aimed at social interaction”


Kesimpulan

Rusia punya cara sendiri untuk memajukan warganya, salah satunya memperbaiki museum-museum. Di Moscow saja terdapat lebih dari 400 Museum, jumlah tepatnya masih tidak jelas.

Namun bagaimanapun dengan mengadakan inovasi-inovasi semacam ini, museum sudah naik kelas. Pasti manusia Moscow bila saja ingat akan JAS MERAH (Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah) akan kembali menjadi manusia paling maju seperti era kejayaannya selepas perang dunia kedua dulu. 




Azmi Muharom

Students of Asian Studies

National Research University Higher School of Economics, Moscow



@azmihalo



Ardiyanti Laksita 

Students of Preparation Class

National Research University Higher School of Economics, Moscow


@ardiyantisita

Wahai Rusia, Dunia Berhutang Padamu !

Di jalan Arbat Baru, Senin 9 Mei 2016 pada pukul 10.00, ratusan meter dari gerbang keluar Lapangan Merah Moscow, kami menantikan parade militer perayaaan Hari Kemenangan ke 71 yang dihadiri Presiden Putin dan puluhan ribu orang lainnya. 

ICBM Rudal antar benua

Parade militer Rusia berlangsung di Lapangan Merah Moskow dan kota-kota lain, setiap kota dengan parade andalan masing-masing, misalnya di Vladivostok dengan parade angkatan laut dan submarine terbaik Rusia. Selain parade militer ada juga parade tentara dan parade Resimen Abadi yaitu parade sanak saudara dan kerabat yang membawa foto dari para prajurit yang telah gugur. Kedua parade ini sangatlah epic. Sayang, kami tidak bisa melihat parade tentara atau Resimen Abadi, yang berada sekitar Kremlin.
Tempat yang kami rekomendasikan (di bawah videotron Arbat Baru)
Rusia memperingati Hari Kemenangan pada 9 Mei, 71 tahun yang lalu, Jerman mengaku kalah dalam Perang Dunia II dan Dokumen Kapitulasi Jerman ditandatangani di pinggiran Kota Berlin.
Adiknya Rudal Katyusha, Sama-sama cantik kan ?? 

Pita jingga hitam menghiasi seluruh peserta parade, bunga-bunga diletakan di berbagai tugu memorial atau langsung dibawa para veteran perang. Seperti costplay tapi dengan suasana yang serius.
Mengenai perayaan Hari Kemenangan ini, berikut tips untuk menikmati suasana gegap gempita hari tersebut:

1. Bagaimana untuk sampai ke parade 9 Mei 2016 di Moskow.
Jika kita kalangan biasa, sedikit sulit untuk masuk ke Lapangan Merah, untuk menonton latihan hingga perayaan, hanya veteran, wali, PNS, militer, media dan undangan lainnya yang bisa masuk menyaksikan langsung. Dari informasi yang beredar, tidak ada tiket yang dijual, hanya undangan untuk kalangan tertentu. 
Tempat cinta Indonesia semakin menggila

2. Di mana kita dapat melihat parade Hari Kemengan?
Perlu dicatat, ini adalah dua pilihan untuk melihat parade Hari Kemengan dalam hal parade militer, jujur saja kami tidak cukup informasi mengenai parade tentara dan resimen abadi.
Pertama, Untuk menyaksikan dengan lebih tenang, melihat tank, panser, rudal dan lain sebagainya ialah pada malam saat gladi bersih tanggal 5 dan 7 Mei pukul 18.00-selesai. Kita bisa melihat di antara jalan Tverskaya, jalan Pushkinskaya dan Ohotni Ryad sampai ke Lapangan Merah.
Kedua, untuk menyaksikan dengan lebih seru maka ketahuilah jadwal dan rute parade. Pada tahun ini rute parade ialah :
“Jalan Mnevniki , Jalan Milisi Rakyat, Jalan Zvenigorodskoe,, Jalan Barrikadnaya, Jalan Bolshaya Sadovaya, Jalan Triumfalnaya Square, Jalan Tverskaya, Lapangan Manezh, Lapangan Merah, Kremlin Embankment, Jalan Borovitskaya, Jalan Arbat baru, Novinsky Boulevard, Jalan Barrikadnaya, Jalan Zvenigorodskoe, Jalan Milisi Rakyat dan Jalan Mnevniki”
3. Tips menyaksikan parade Hari Kemenangan!
Pertama, berangkatlah pada pagi hari, kami berangkat pada 06.00 menuju Metro Arbatskaya, jangan berdiri di dekat pintu keluar kereta bawah tanah (metro), pergilah setidaknya 200 meter agar tidak terjebak di lautan manusia. 
Kedua, Ternyata merupakan hal yang biasa bagi para penonton untuk membawa makanan dan kursi lipat / koran sebagai alas sembari menunggu parade. 
Ketiga, kami berada di jalan Arbat baru, Parade militer lebih berinteraksi pada warga yang berada pada sisi jalan di bawah papan reklame sepanjang Jalan Arbat Baru. Sayangnya kami berada di sisi jalan yang berlawanan. 
Berinteraksi dengan para warga
Keempat, Restoran cepat saji dan metro sebagian masih beroperasi bahkan saat parade berlangsung. Namun tentu kita harus antri untuk mendapatkan fasilitas ini.

4. Dimana kita bisa melihat atraksi pesawat terbang dan helicopter
Pesawat terbang dan helikopter akan terbang mendekati akhir parade sekitar di 10.45-10.55. Dari jalan Arbat Baru kami bisa melihat dengan cukup jelas. 

Foto-foto terbaik  yang diambil oleh teman-teman kami adalah di belakang Gereja St Basil. Sebaliknya pesawat terbang dan helicopter sedikit tertutup gedung-gedung bertingkat bila kita berada di jalan-jalan utama lainnya.

5. Hari kemenangan akan ditutup dengan orchestra dan pesta kembang api
Pukul 22.00 Hari Kemenangan akan ditutup dengan orchestra dan pesta kembang api. Pada 9 mei 2016 tercatat 18 meriam dan 72 Firing set kembang api akan ditempatkan di 16 lokasi. Kalian tidak salah, ada meriam sungguhan yang suaranya menggelegar di malam ini.

Manurut kami, tempat terbaik menyaksikan pesta kembang api adalah di Poklonaya Hill (kawasan utama Taman Kemenangan atau Victory Park), Sparrow Hill (kawasan bukit yang tanpa kembang api-pun cahaya Moscow terlihat indah) dan kompleks VDNH (kawasan berbagai pameran semisal kemayoran).


Di VDNH kami melihat Orchestra dari penyanyi legendaris Rusia Mr. Dmitri Aleksandrovich Hvorostovsky. Bapak Dmitri menyanyikan lagu Katyusha dan lagu Daragaya Moscow pada pukul 21.50. Selesai bernyanyi, standing applause dilakukan semua penonton (termasuk kami), tanpa diduga meriam berbunyi dan pesta kembang api dimulai!!! Mengisi kekosongan langit malam itu.


DUAAAAARRRRRRRRRRRRRR!!! DEEEEEEEEEAAAAAAAAAAAARRR!!!!
Tiada henti hinggal 20 menit. Indah? Tentu saja, jangan pernah tanya hal tersebut.

Selamat Hari Kemenangan ke 71, Victory Day !!
Dunia berhutang kepadamu wahai negeri Rusia, terimakasih !!



Cek foto-foto lengkapnya di 
Album foto facebook Ardyanti

Azmi Muharom
Students of Asian Studies
National Research University Higher School of Economics, Moscow

@azmihalo

Ardiyanti Laksita 
Students of Preparation Class

National Research University Higher School of Economics, Moscow

Ini Luzhniki, Stadiun Kembaran GBK, ini konser Hip Hop May Day !

Di Luzhniki, Stadiun Kembaran Gelora Bung Karno Senayan kami ikut konser Hip Hop May Day !!
Kami yakin acara ini mirip Java Jazz Festival, Hammersonic atau Djakarta Warehouse Project, meski sebelumnya belum ikutan. haha !!



Apakah Hip hop itu aliran music?? 
Ternyata bukan, Hip hop adalah sebuah gerakan subkultur yang terbentuk pada awal 1970-an oleh pemuda Afro-Amerika, Karibia, dan Latino yang berada di Bronx Selatan di New York City. Gerakan ini Ini menjadi populer di luar komunitas mereka sejak akhir 1980an dan pada 2000an mencapai puncaknya. 



Hip hop ditandai dengan empat elemen yang berbeda, yang semuanya merupakan manifestasi yang berbeda dari gerakan pemuda. Hip hop itu kolaborasi dari rap musik (oral), Disk Jockey/ D-Jing (aural), Break Dance (fisik) dan seni grafiti (visual).
Oke hari ini, 2 Mei 2016. Kami mengikuti acara  HIPHOP MAYDAY!!
Ini adalah kegiatan pemuda berskala besar yang digelar di kompleks olahraga Luzhniki dengan mampu menampung lebih dari 120.000 orang.

Pada pukul 14.00 – 18.00 kami berada di tempat Final Piala Dunia Rusia 2018 ini. Ledakan antusiame pemuda Moscow memang luar biasa, sejak beberapa tahun, HIPHOP MAY DAY menghadirkan banyak artis-artis hip-hop yang paling popular di Rusia.

Apakah hanya music seperti ini saja ??
Ternyata tidak, Oia ketika melewati Lapangan ABC Senayan, kami melihat puluhan orang bermain catur di bawah pohon rindang. Awalnya kami berkata dalam hati “Rusia memang jagonya main catur”.
Melewati lapangan ABC Senayan, Di kompleks olahraga Luzhniki ini ternyata disajikan juga semua program olahraga ekstrem seperti kompetisi streetball/ futsal, BMX, Skater, Skuter dan Grafity. 



Yang paling keren, di depan Luzhniki Stadium ada patung Lenin. Kalau di Senayan ada patung panahan, nah lokasinya sama persis di Luzhniki ini. Di depan patung inilah BMX-Park dengan beragam lomba ekstrem diadakan, ketika skater dan BMX loncat di udara, pandangannya bersatu antara para atlet dengan patung Lenin.

Ini music paling hits hari ini. Hari ini Hiphop Abis !!

Azmi Muharom
Students of Asian Studies
National Research University Higher School of Economics, Moscow

@azmihalo

Ardiyanti Laksita 
Students of Preparation Class
National Research University Higher School of Economics, Moscow